Martens lantas mengatakan jumlah orang yang berpindah agama ke Kristen sebagai ‘keajaiban’, menurut Associated Press dalam sebuah laporan di Christian Today, sebagaimana dilansir WB pada Sabtu (12/9/2015).
Namun banyak di antara mereka yang memutuskan memeluk Kristen hanya untuk meningkatkan peluang untuk bisa tinggal di Jerman.
Anggota jemaat Vesam Heydari mengatakan kepada AP, “Mayoritas orang Iran di sini tidak benar-benar memeluk Kristen. Mereka hanya ingin tinggal di Jerman.”
Martens mengakui kemungkinan ini, tetapi dia pernah mengklaim di gereja bahwa kebanyakan orang melaksanakan [keyakinan Kristen] dan bahwa sekitar 90 persen dari mereka yang berpindah ke Kristen terus menghadiri Gereja setelah mereka dibaptis.
“Saya tahu ada – lagi dan lagi – orang datang ke sini karena mereka memiliki semacam harapan mengenai suaka mereka,” kata Martens. “Saya mengundang mereka untuk bergabung dengan kami karena saya tahu bahwa siapa pun yang datang ke sini tidak akan dibiarkan tidak berubah.”
Tidak diketahui pasti agama para pengungsi Iran itu sebelum memeluk Kristen, apakah Islam atau Syiah, mengingat Iran adalah negara yang didominasi pemeluk Syiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar